Langsung ke konten utama

Postingan pertama hari ini hanya ingin berbagi..

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ini adalah postingan pertama diblog ini. Sebenarnya sudah lama ingin buat blog, tapi karena beberapa hal akhirnya baru bisa buat log hari ini. Semoga blog ini bisa bermanfaat kedepannya. Blog ini nantinya akan dikhususkan untuk mahasiswa kedokteran. yah hanya untuk berbagi pengalaman, postingan beberapa referensi bacaan yang bagus.
Untuk yang ingin tahu bagaimana cara saya buat powerpoint untuk panel PBL ini link khusus (http://www.slideshare.net/BubiezthIeCha) berbagai powerpoint disetiap blok.
Selamat membaca~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KLASIFIKASI BUNYI DAN BISING (MURMUR)

KLASIFIKASI BUNYI DAN BISING (MURMUR) Bunyi dan bising (murmur) dapat diklasifikasikan dalam skala satu sampai enam sebagai berikut: Tidak terdengar selama beberapa detik pertama auskultasi, baru terdengar setelah pemeriksa menyesuaikan diri. Terdengar segera tetapi samar-samar. Terdengar jelas tanpa terabanya denyutan ("thrust") atau getaran ("thri11"). Terdengar keras disertai dengan terabanya ("thrust") dan getaran ("thrill"). Terdengar keras disertai dengan terabanya denyutan dan getaran, walaupun ujung stetoskop hanyasekedar menyentuh dinding dada. Terdengar keras dengan terabanya denyutan dan getaran walaupun stetoskop tidak menyentuh dinding dada. Jenis-jenis bising • Bising sistolik  Bising sistolik adalah bising yang terdengar antara Sr dan 52. Pada beberapa orang, bising sistolik mungkin normal. Terurama bila terdapat pada bayi atau anak-anak karena dinding dada mereka yang ripis. Pada orang dewasa bising sistol...

PRIMARY SURVEY

Primary Survey Penilaian   keadaan   pasien dan   prioritas terapi didasarkan jenis perlukaan, tanda-tanda vital, dan mekanisme trauma. Pada pasien yang terluka parah, terapi diberikan berdasarkan prioritas. Tanda vital pasien harus dinilai secara cepat dan efisien. Pengelolaan pasien berupa primary survey yang cepat dan kemudian resusitasi, secondary survey , dan akhirnya terapi definitif. Proses ini merupakan ABCDE-nya trauma, dan berusaha mengenali keadaan yang mengancam nyawa terlebih dahulu, dengan berpatokan pada urutan berikut : 1.     Airway, menjaga airway dengan control servikal ( cervical spine control) 2.     Breathing, menjaga pernafasan dengan ventilasi 3.     Circulation dengan control perdarahan ( hemorrhage control ) 4.     Disability : status neurologis 5.     Exposure/environmental control : buka baju pasien, tetapi cegah hipotermia Airway a.   ...

Inkontinensia dengan berbagai Hubungannya....

Hubungan Diabetes Melitus terhadap inkontinesia Hiperglikemia dapat menyebabkan efek toksik melalui kerusakan saraf, termasuk dalam mekanisme yang mungkin untuk ini adalah aktivasi jalur polyol (yang menghasilkan akumulasi sorbitol dan fruktosa), meningkatkan produksi radikal bebas, mengaktifkan protein kinase C, dan meningkatkan pembentukan produk akhir terglikasi lanjutan. Gangguan metabolisme ini menyebabkan degenerasi aksonal dan gangguan konduksi saraf, yang kemudian bermanifestasi sebagai hiposensasi kandung kemih. Penurunan aktivitas asetilkolinesterase dalam biopsi kandung kemih pasien diabetes mungkin karena degenerasi aksonal dan yang lebih penting, proliferasi sel Schwann terjadi dalam upaya untuk menyebabkan penyelamatan regeneratif setelah demielinasi atau degenerasi aksonal. Penurunan sintesis faktor pertumbuhan saraf di kandung kemih atau transportasi faktor pertumbuhan saraf yang rusak ke lumbosacral dorsal rootlia dikaitkan dengan neuropati diabetes dan disfung...